Agama Budha di India


Selain Agama Hindu, di India juga lahir agama Budha. Kelahiran agama Budha ini merupakan reaksi terhadap agama Hindu dengan adanya ritual melalui kurban. Dengan adanya kurban itu berarti terjadi pembunuhan terhadap binatang yang dijadikan upacara. Kelompok masyarakat yang dipelopori oleh Sidharta tidak setuju dengan kurban itu. Mereka justru menentang adanya kurban dengan sebutan ahimsa (dilarang membunuh).



Munculnya agama Budha di India, dipelopori oleh Sidharta Gautama. Yang lahir pada tahun 563 SM, beliau putra dari Raja Sudodana dari kerajaan Kosala di Kapilawastu. Mereka berasal dari suku Suku Sakya, termasuk kasta Ksatria. Ibunya bernama Maya. Sidharta diramal oleh seorang Brahmana, bahwa kelak akan menjadi pendeta besar dan termasyhur. Ramalan ini membuat cemas keluarga istana, sebab ayahnya berharap agar Sidharta kelak menjadi raja. Sidharta sejak kecil dididik dalam kemewahan istana, tidak diperbolehkan melihat hal-hal yang tidak menyenangkan.

Pada suatu hari tanpa sepengetahuan keluarga istana, Sidharta berjalan-jalan keluar istana dan melihat kenyataan hidup manusia. Anak-anak sakit, orang tua yang sakit dan meninggal dunia. Hal ini menjadikan kecemasan Sidharta, apakah semua orang mengalami seperti ini? Jadi hidup adalah penderitaan. Sidharta bertekad untuk menjadi pertapa agar menemukan jawaban dari segala sesuatunya. Pergi meninggalkan istana untuk mencari kebahagiaan batinnya, menuju ke tengah hutan di Bodh Gaya. Ia bertapa di bawah pohon dan mendapatkan bodhi, yaitu semacam penerangan atau kesadaran yang sempurna. Pohon itu dikenal sebagai pohon Bodhi. Sejak peristiwa pada tahun 531 SM itu, dalam usianya 35 tahun Sidharta Gautama dikenal sebagai Sang Budha (artinya yang disinari).

Dalam ajaran Budha manusia akan lahir berkali-kali (reinkarnasi), hidup adalah samsara. Samsara disebabkan karena adanya hasrat atau nafsu akan kehidupan. Penderitaan dapat dihentikan dengan cara menindas nafsu melalui delapan jalan (astavidha) yaitu :
a.  Mempunyai pemandangan (ajaran) yang benar.
b.  Mempunyai niat atau sikap yang benar.
c.  Berbicara yang benar.
d.  Berbuat atau bertingkah laku yang benar.
e.  Mempunyai penghidupan yang benar.
f.  Berusaha yang benar.
g.  Memperhatikan hal-hal yang benar dan
h.  Bersemedi yang benar.

Kitab suci agama Budha disebut Tripitaka (tiga keranjang), yang terdiri atas : Winayapitaka, Sutrantapitaka dan Abdidarmapitaka. Bahasa yang digunakan adalah bahasa Pali. Agama Budha mencapai puncak kejayaannya pada jaman kekuasaan Raja Ashoka (273 –232 SM), di mana agama Budha ditetapkan sebagai agama resmi negara. Dalam perkembangannya agama Budha pecah menjadi dua aliran, yaitu :
  1. Budha Mahayana (kendaraan besar), artinya jika seorang telah dapat mencapai nirwana, hendaklah memikirkan orang lain yang masih dalam kegelapan (bersifat terbuka).
  2. Budha Therawadha atau Budha Hinayana (kendaraan kecil), artinya yang penting bagaimana setiap individu dapat mencapai nirwana bagi diri sendiri (bersifat tertutup).
Para pengikut Budha juga memiliki tempat-tempat yang mereka sucikan. Tempat-tempat itu berkaitan dengan sejarah kelahiran dan perkembangan agama Budha. Tempat-tempat suci agama Budha sebagai berikut :
  1. Taman Lumbini di Kapilawastu, tempat kelahiran Sang Budha. Sang Budha Lahir pada tahun 563 SM.
  2. Bodh-Gaya, tempat Sang Budha mendapat penerangan, kesadaran tinggi atau bodhi.
  3. Sarnath di dekat -Benares, tempat Sang Budha pertama kali memberikan kotbah ajarannya.
  4. Kusinagara, tempat Sang Budha wafat pada tahun 482 SM.
Umat Budha merayakan Hari Raya Triwaisak, yang merupakan peringatan kelahiran, menerima Budhi dan wafatnya Sang Budha, pada waktu yang bersamaan dengan saat bulan purnama pada bulan Mei.




0 Response to "Agama Budha di India"

Post a Comment